Memaknai Hari Raya Pagerwesi

Kata "pagerwesi" artinya pagar dari besi. Ini me-lambangkan suatu perlindungan yang kuat. Segala sesuatu yang dipagari berarti sesuatu Baca Lagi ...

Bali

GBali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri Baca Lagi ...

Arti dan Lambang Pemujaan Hindu

Ajaran Hindu yang disimbulkan dalam upacara keagamaan Hindu dianggap sebagai bahan atau artikel yang suci untuk dipergunakan dalam kegiatan Baca Lagi ...

What do You Think About Hari Raya Saraswati?

Hari Raya Saraswati bagi umat Hindu di Indonesia dirayakan setiap 210 hari sekali menurut kalender Jawa Bali, yakni pada setiap Saniscara Umanis Baca Lagi ...

Bhagawad Gita: Gundahnya Sang Arjuna

Kuru, berkumpullah putra-putraku beserta laskar-laskar mereka, dan juga putra-putra Sang Pandu (Ayahanda Pandawa) bersiap-siap untuk suatu yudha Baca Lagi ...

Beginilah Tampang Manusia 1000 Tahun Mendatang

akarta, Evolusi telah mengubah bentuk manusia masa lalu menjadi bentuk yang sekarang Anda lihat. Namun menurut para ahli, evolusi masih terus Baca Lagi ...

KU PETIK BUNGA DI TAMAN LAWANG

Ku lihat lintasan cahya
Melintas, gemerlap
Terang...semakin... terang
Ingin ku gapai
Kudekati perlahan
Selangkah demi selangkah
Semakin dekat aku melangkah
Semakin redup cahyanya
Semakin redup
Mati...................

Dalam kegelapan itu
Bulu kuduk berdiri
Melambai rebah menyentuh kulit
Gemerecit darah perlahan mengalir
Membilah dalam rongga kulit
Dingin....dingin...dingin....
Entah apa kurasa..
Kuraba sosok dalam gelap
Merintih...menangis....
Sedu sedan dengan suara parau
Meratap tanpa bahu
Tuk bersandar

Perlahan kupeluk
Kudekap kencang
Erat kubelai rambut yang terurai rapi
Jatuh lepas
Membelah udara

Detak jantung dadaku
Berdenyut dan bertanya
Dalam kelam apa yang membawa langkahmu
Basah kain baju didadaku
Terurai bintik-bintik air mata
Yang mengalir setetes demi setetes
Terasa jawab atas tanyaku

Cibiran orang
Tepisan suara yang mengingkari
Adalah hal tersakit
Yang membuat dia terlempar
Dalam kegelapan tanpa tepi
Beradu dengan hembusan angin malam
Bahkan dalam setiap kedipan matanya

Wahai orang dalam imam
Yang berbalut suara emas
Mengatasnamakan suara tuhan
Begitu kejam kau mengingkari
Karya yang juga ciptaannya
Adakah tanya dihatimu
Apakah ada pilihan
Yang harus dijalani
Selain bergumam di taman Lawang
Sementara cibirmu terus bergema
Didukung sesamamu
Tak kah kau rasa deritannya
Tak kah pilu hatimu
Jika engkau dicipta sama dengannya?

Entah...lah.....
Mungkin tanya ini akan tak terjawab
Perlahan ku dorong dan kutatap wajahnya
Yang layu berlumur air mata
Kuusap dan kuajak pulang
Dari lumuran kegelapan
Dan tusukan angin malam
Kupetik Bunga di taman lawang dari pohon nestapa
Yang terayun tanpa arah

Oleh: I Wayan Arjawa, ST

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar